oleh admin | Jul 8, 2015 | Berita
Jajak Pendapat : Bagaimana Tanggapan Anda Terhadap Kinerja Pemerintahan Saat Ini ?
Anda dapat memberikan tanggapannya dengan mengikuti polling berikut ini, yaitu caranya :
- pilih salah satu dari beberapa pilihan yang tersedia, lalu klik vote (suara)
- apabila pilihan anda tidak ada dalam daftar yang tersedia, maka anda bisa isi dengan yang lain di kolom other (lainnya)
- selanjutnya bagikan lagi melalui sosial media (facebook, twitter, google+, WhatsApp, path, dll)…
Suara dan tanggapan anda dapat menentukan masa depan Indonesia, Terima Kasih…
oleh admin | Mei 30, 2015 | Daerah
Papua, BINA BANGUN BANGSA – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada tahun anggaran 2015 mengalokasikan dana otonomi khusus Papua sebesar Rp15 miliar untuk membangun 100 rumah layak huni bagi masyarakat di berbagai kampung dan distrik.
Bupati Biak Numfor Thomas Ondy di Biak, Sabtu, mengatakan bahwa program pembangunan rumah layak huni itu sejalan dengan kebijakan Gubernur Papua Lukas Enembe untuk pemanfaatan dana otonomi khusus (otsus) Papua.
‘Pemerintah kabupaten/kota diminta mengalokasi dana otsus Papua 10 persen untuk membangun rumah sehat dan layak huni, ya, Pemkab Biak Numfor secara bertahap sudah merealisasikan kebijakan Gubernur Lukas Enembe,’ kata Bupati Thomas Ondy.
Dari data saat ini, kata dia, kebutuhan rumah layak huni masih banyak diinginkan masyarakat asli Papua yangmasih hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Pemkab Biak, lanjut Bupati Thomas, dengan program yang diprioritaskan pada sektor kesehatan, pendidikan, pembangunan infsrastruktur dasar masyarakat, pemberdayaan ekonomi dalam rangka mewujudkan visi dan misi Biak bangkit, mandiri, dan sejahtera untuk perubahan.
‘Saya berharap pembangunan fisik rumah pada tahun anggaran 2015 yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan rumah warga dapat dipenuhi pemkab secara bertahap”, pungkas Thomas Ondy.(ant/rd)
oleh admin | Mei 30, 2015 | Nasional
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Menjelang peringatan Hari Lahir PANCASILA pada tanggal 1 Juni 2015, persiapan penyelenggaraan berbagai acara yang diprakarsai oleh Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong PANCASILA ( GEMA GONG PANCASILA ), pimpinan Wardi Jien, SH, semakin mendapat atensi dan apresiasi dari berbagai daerah.
Terlebih datang dari masyarakat dan unsur kerajaan yang berada di Papua, di bawah kepemimpinan Ratu Kokoda, Sorong Selatan, yang sangat antusias terhadap visi misi GEMA GONG PANCASILA dalam melestarikan nilai-nilai PANCASILA sebagai ideologi dan falsafah bangsa dan negara Indonesia yang tercinta ini.
Begitupun halnya dari Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara di Papua Barat, langsung dari Ratu Maibrat, Sorong, yang menginginkan hal yang sama dengan harapan dari Raja-Raja di Papua agar pimpinan Majelis Gema Gong PANCASILA dapat mengadakan puncak acaranya tersebut dengan pembacaan Ikrar Janji Setia kepada PANCASILA yakni di tanah Papua, mengingat bahwa peristiwa ini akan menjadi momentum yang sangat tepat demi keberlangsungan kehidupan masyarakat di tanah Papua dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) dalam mewujudkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua ke depannya yang lebih baik, sesuai dengan nilai-nilai PANCASILA dan UUD 1945.(***)
oleh admin | Mei 24, 2015 | Metropolitan
Depok, BINA BANGUN BANGSA – Ternyata sampah dapat juga menghasilkan sebagai pendapatan bagi masyarakat kota, selain lingkungan pun jadi bersih dan sehat. Itulah yang disosialisasikan dan digiatkan kepada masyarakat di lingkungannya Kota Depok, oleh aktivis bank sampah, Saptawati Meina Sophia.
Berawal dari salah satu anggota DPRD Kota Depok beserta tim relawan peduli lingkungan yang memberikan edukasinya tentang bagaimana bank sampah dan manfaatnya bagi masyarakat, membuat bank sampah mulai berdiri di berbagai tempat hingga ratusan yang tersebar di beberapa kecamatan kota Depok. Di kecamatan Tapos sudah berdiri 60 gerai bank sampah, di kecamatan Sukmajaya 120 gerai, Cimanggis 50 gerai, dll.
Walaupun demikian masih perlu sosialisasi kegiatan ini untuk menjadi perhatian para tokoh masyarakat terutama pemeritah setempat serta kepemudaan sehingga ide bank sampah berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat secara meluas.
Namun seiring dengan berkembangnya bank sampah ternyata tidak didukung oleh ketersediaan pengangkutan dan gudang penampungan sampah non organik sebelum dijual kepada mitra pembelinya. Sejauh ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan ( DKP ) baru bisa memfasilitasi pengangkutan sampah organik dan residu, meskipun juga belum maksimal.
Kendala lainnya adalah harga sampah yang tidak pernah stabil dan terus menurun, sehingga mengakibatkan mulai berkurangnya semangat nasabah bank sampah untuk menabung. Apresiasi untuk para relawan dan pengurus bank sampah pun masih relatif dikatakan kurang. Banyak relawan yang tidak sekedar tenaga dan waktu, tapi juga yang sifatnya materi untuk membeli peralatan dan perlengkapan operasional masih harus mandiri. Ada beberapa bantuan dari Badan Lingkungan Hidup kota Depok berupa peralatan seperti timbangan, alat biopori, karung, keranjang, dsb. Tapi belum merata dan tidak mencukupi jumlahnya.
Maka harapannya agar pemerintah khususnya kota Depok lebih memberikan perhatian dan dukungan demi keberlangsungan dan pengembangan program bank sampah ini, termasuk selalu membuka pendidikan dan pelatihan tentang ketrampilan kerajinan tangan ( handycraft ) berbahan dasar sampah, sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat. Terutama perhatian dan fasilitas bagi para relawan dan pengurus bank sampah dalam mengembangkan program ini, terutama bantuan kendaraan transportasi untuk pengangkutan sampah kepada mitra pembeli sangat diharapkan demi efektifitas dan efisiensi program ini.
oleh admin | Mei 6, 2015 | Event, Program dan kegiatan
Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Menjelang pukul 19.00 WIB, 5 April 2015, kawasan Senen, Jakarta Pusat, diguyur hujan lebat. Hal demikian membuat para pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan jas hujan pada menepi di pinggir jalan yang ada tempat untuk berteduh.
Di Monument HKSN, sebuah tempat yang dihimpit Stasiun Kereta Api Senen dan Pasar Senen, berdiri sebuah tenda di mana di tempat itu berjejer puluhan kursi. Tak jauh dari tenda itu berdiri panggung permanen. Di panggung itu terpampang jelas sebuah tulisan Deklarasi Gema Gong Pancasila.
Bekas hujan yang mengguyur malam itu membekas di area Monumen HKSN. Hujan yang sebelumnya turun bisa jadi membuat panitia khawatir sebab acara yang akan digelar pukul 20.00 yang dihadiri oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo bisa terganggu. Syukur hujan reda satu jam sebelum acara dimulai.
Menunggu kedatangan para tamu, panitia memberi kesempatan kepada kelompok pengamen jalanan memberi hiburan dengan mendendangkan lagu-lagu tentang persatuan dan kesatuan bangsa.
Selepas hiburan, tak lama kemudian Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan tiba di tempat. Prosesi acara, sambutan demi sambutan pun dimulai. Dikatakan oleh Panitia Acara Deklarasi Gema Gong Pancasila, Wardi, dirinya merasakan gembira dengan acara yang digelar pada malam itu. Diungkapkan untuk menyelenggarakan acara tersebut, dirinya bersama dengan komponen masyarakat yang lain telah melakukan beberapa kali pertemuan sehingga menghasilkan beberapa kesepakatan.
“Kesepakatan itu adalah pertama, masyarakat yang terhimpun dalam Gema Gong masih mencintai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Kedua, siap berjuang dalam suasana gotong royong dalam memwujudkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, ikut menyosialisasikan Pancasila. Keempat, melanjutkan kerja sama dengan MPR, TNI, Polri, dan pemerintah dalam melaksanakan sosialisasi. Kelima, mengharap agar negara bisa menegakkan kedaulatan negara yang adil dan makmur”.
Salah satu tokoh masyarakat yang ikut memberi sambutan, Irawan Nur, menuturkan acara malam ini merupakan malam keramat yang perlu dijunjung dan hormati. “Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan sepanjang tahun,” ujarnya.
Dikatakan, Pancasila merupakan jati diri bangsa. “Visi bangsa yang menyatukan,” ujarnya. Mengutip pendapat orang Barat bahwa Pancasila sebagai manajemen Tuhan. “Dengan Pancasila kita lebih dekat pada Allah,” ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan bahwa Pancasila terbukti sakti sehingga bisa menyelamatkan bangsa. Tak heran bila ia mengatakan Gema Gong Pancasila sebagai kegiatan keramat. “Dengan acara ini rakyat bisa mengenal Pancasila secara utuh,” ujarnya. “Pancasila membawa kita lebih kuat dan makmur,” tambahnya.
Malam deklarasi itu juga menjadi perhatian Agus Sutomo. Dalam sambutan, Agus Sutomo mengatakan acara ini lahir dari prakarsa masyarakat yang peduli dan komitmen untuk membangkitkan nilai-nilai luhur bangsa. “Gerakan ini relevan dan mengunggah arti penting Pancasila,” ujarnya.
Menurut Agus Sutomo, Indonesia ke depan menghadapi tantangan yang semakin berat. Bangsa ini memiliki sumber daya alam dan wilayah yang luas. Hal inilah yang menarik bangsa lain untuk mengincar Indonesia. Mencermati apa yang berkembang di masyarakat maka kita menyadari bahwa ancaman terhadap NKRI itu semakin nyata. “Untuk itu perlu diperkokoh sendi-sendi kehidupan yang sesuai dengan Pancasila dan NKRI,” tegasnya. “Melalui kegiatan ini kita gelorakan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai Pancasila,” tambahnya.
Puncak acara dalam kegiatan itu adalah pidato dari Zulkifli Hasan. Dalam sambutan, pria asal Lampung itu mengatakan, dirinya mengapresiasi masyarakat yang mengadakan kegiatan seperti itu. Kegiatan itu penting di tengah bangsa ini yang telah kehilangan roh kebangsaan. Diakui masyarakat saat ini telah menjauh dari nilai-nilai dasar bangsa dan negara. “Sekarang masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai yang kita anut,” ujarnya.
Dimaksud oleh Zulkifli Hasan seperti masyarakat menjauh dari Sila IV Pancasila. Musyawarah dan mufakat diganti dengan voting. “Karena voting, yang hitam bisa menjadi putih, ” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan bangsa ini semakin jauh dari nilai-nilai konsensus dasar. “Kita semakin jauh dari etika dan keadilan,” tambahnya.
Untuk itu dirinya kembali memberi hormat kepada masyarakat yang membuat acara seperti ini. Dikatakan kalau Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dilakukan oleh MPR hasilnya tak akan maksimal. Untuk itu MPR mengajak semua untuk melakukan sosialisasi. “Sosialisasi harus dilakukan oleh semua masyarakat,” paparnya.
Zulkifli Hasan dalam kesempatan itu setuju dengan apa yang dikatakan oleh Agus Sutomo bahwa tantangan bangsa ini semakin komplek. Ditegaskan bahwa tantangan bangsa ini menurutnya adalah masalah ketimpangan kesejahteraan, antara kaya dan miskin. “Bila kita memegang Pancasila maka masalah suku dan agama itu masalah yang sudah selesai,” ungkapnya.(***)
Dalam akhir sambutan ia mengatakan, “Mudah-mudahan Gema Gong Pancasila akan disambut di seluruh tanah air. Ini merupakan cita-cita luar biasa.” (Kompas.com).