Negara Pancasila Tidak Mengenal Hukuman Mati

GARUDA PANCASILA

PORTAL – Perlukah di negara Pancasila yang berkeTuhanan kepada Yang Maha Esa melegalkan hukuman mati ? Tidakkah cukup dengan hukuman seumur hidup sudah pula membuat manusia menjadi jera ? ini sebagian pertanyaan yang disampaikan oleh seseorang melalui komunikasi BBm kepada PORTAL.

Dalam interaksinya di BBm, dia mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu menganut adanya Hukuman Mati, karena bertentangan dengan Pancasila yang sangat menjunjung tinggi nilai – nilai perikemanusiaan dan perikeadilan yang beradab.

“Sebagai negara Pancasila Indonesia harus menghapuskan bentuk hukuman mati, lagipula belum ada bukti korelasi yang dapat meyakinkan bahwa hukuman mati merupakan hukuman yang efektif untuk memberikan efek jera kepada siapapun yang akan mengurangi bahkan dapat menghilangkan tingkat kriminal dan atau perbuatan kejahatan yang serupa”, tulis dia.

Walaupun memang dukungan terhadap hukuman mati didasari argumen yang di antaranya bahwa hukuman mati pantas untuk pelaku pembunuhan sadis, dengan maksud mencegah siapapun untuk membunuh karena akan dikenakan hukuman mati, karena pada hukuman mati si pelaku pasti tidak akan bisa membunuh lagi karena sudah dihukum mati dan itu hakikatnya memelihara kehidupan yang lebih luas. (wikipedia)

“Tetapi dalam konteks hukuman mati bagi kurir dan pengedar narkoba, hingga kini pun belum juga membuat efek jera bagi bandar besar dan jaringan mafia narkoba yang sebenarnya, yang saat ini malah masih bebas dan mungkin dilindungi karena bicara soal uang besar ?”, tandasnya juga.

Ditambahkannya kadang kita sebagai manusia selama ini selalu hanya melihat kejadian dan peristiwa dari permukaan saja dan apalagi juga sepotong-potong tanpa membaca secara keseluruhan dan utuh, yang sudah menjustifikasi sesuatu yang sebenarnya kita sendiri pun belum tentu tahu dan yakin benar adanya dan apakah sudah benar dan adil keputusannya.

“Indonesia sebagai negara hukum, seharusnya konsisten dan konsekwen dalam pelaksanaan penegakkan hukum di negeri yang telah menjamin hak hidup dan hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun, apalagi Pancasila sebagai Falsafah Bangsa dan Negara Indonesia adalah merupakan sumber dari segala sumber hukum dan produk hukum di republik ini”, tegasnya.

Lagipula menurutnya bahwa tingkat kriminalitas adalah sebenarnya berhubungan dengan kondisi kemiskinan dan tingkat kesejahteraan suatu wilayah dan lingkungan masyarakatnya, termasuk sistem pemerintahan dan politik serta penegakan hukum di negeri itu sendiri, jadi sebaiknya pola pemerintah sebagai aparatur negara jangan pernah suka melempar kesalahan dan tanggungjawabnya kepada yang lain, terutama pula jangan suka menyalahkan masyarakat dan atau warganya, tanpa adanya instrospeksi dan koreksi dari diri badan lembaga pemerintah itu sendiri, untuk memperbaiki sistem pembangunan dan penegakkan hukum yang pada kenyataannya sudah semakin karut marut dan rusak akut ini.

HIPMI harus menjadi Penggerak dan Pelopor Pemberdayaan UMKM Indonesia

HIPMI harus menjadi Penggerak dan Pelopor Pemberdayaan UMKM Indonesia

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Terkait dengan potensi UMKM Indonesia, Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA, Nur Ridwan mengharapkan adanya kemitraan yang dibangun oleh pengusaha nasional dengan menggandeng pelaku UMKM nasional, khususnya di bidang industri kreatif, sehingga menjadi solusi terhadap masalah dalam pemberdayaan UMKM selama ini yang masih saja terkendala oleh berbagai masalah dalam akses permodalan dan pembiayaan serta pengembangannya, termasuk tekhnologi tepat guna dan penguatan pemasarannya.

Sehubungan dengan rencana Munas HIPMI yang diadakan Januari 2015 ini, dalam rangka pergantian kepemimpinan di dalam tubuh HIPMI, maka Nur Ridwan berharap agar Ketua Umum HIPMI mendatang lebih kongkrit membela kepentingan UMKM Nasional, selain tugas dan perannya dalam menciptakan kader pengusaha muda menjadi pengusaha mandiri yang berhasil dan sukses dalam kancah perekonomian dan bisnis nasional.

Karena menurut Nur Ridwan bahwa HIPMI sebagai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia bisa menjadi pelopor dari Gerakan Percepatan Pemberdayaan UMKM Nasional, dengan sigap dan giat dalam memfasilitasi pelaku UMKM dalam negeri.

“Apalagi tantangan bagi pelaku UMKM yang semakin ketat dalam persaingan pasar dengan terbukanya perdagangan Bebas Asean di tahun ini”, harap Nur Ridwan.

Ditambahkannya agar HIPMI selain menciptakan gerakan perekonomian nasional pun harus mampu menciptakan inovasi dan kemajuan teknologi yang mampu menciptakan efisiensi dan efektifitas dalam meghasilkan produk-produk unggulan nasional yang berdaya saing global.

Serta HIPMI harus mampu juga melakukan penguatan pasar nasional, agar terciptanya kestabilan harga dalam negeri yang akan mewujudkan ketahanan nasional di segala bidang.

Adalah merupakan kewajiban bagi Pemerintah dan termasuk juga pelaku bisnis dan pengusaha besar nasional terutama HIPMI sebagai bagia dari Pegusaha Nasional, untuk membina dan mengembangkan dunia UMKM dalam negeri, demi percepatan perekonomian nasional secara keseluruhan, yang bahkan malah sudah diatur dalam UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Diberitakan sebelumnya bahwa kandidat kuat untuk Ketua Umum HIPMI 2015-2018, adalah salah satunya Bahlil Lahadalia, yang merupakan contoh pengusaha sukses yang berangkat dari daerah (berasal dari Papua-Red), yang diharapkan menjadi inspirasi bagi pengusaha muda Indonesia untuk mampu menjadi pengusaha nasional yang dapat bersaing dalam skala ekonomi bisnis internasional.(***)

Presiden Jokowi Merayakan Natal Bersama Masyarakat di Papua

Papua, BINA BANGUN BANGSA – Ir. Mesak Tegai merasa bersyukur dengan terselenggaranya acara Perayaan Natal Kenegaraan tahun 2014 di Papua, dengan ditandai hadirnya Presiden Jokowi beserta sejumlah Menteri Kabinet Kerja ke Stadion Mandala, Jayapura, didamping Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, dan Gubernur Papua, Lukas Enembe. (27/12/2014)

Ir. Mesak Tegai, sebagai Korwil dan DPD BINA BANGUN BANGSA Prov. Papua, yang merupakan bagian dari kepanitiaan yang mempersiapkan segala sesuatunya dalam penyelenggaran dan penyambutan Rombongan Presiden Jokowi, sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu acara nasional ini dapat terselenggara dengan mudah dan lancar.

Semoga ini menjadi momentum awalan yang bagus dari rencana percepatan pembangunan dan pemberdayaan Rakyat Papua yang berkeadilan dan berkesejahteraan sesuai dengan apa yang disampaikan dan janji Bapak Jokowi sebagai Presiden RI 2014-2019, benar-benar diwujudkan dan dirasakan langsung oleh Rakyat atau Masyarakat Papua dan Papua Barat.

Adapun Pidato Presiden Jokowi dalam perayaan Natal kali ini adalah :

Yang saya hormati seluruh menteri yang hadir,

Yang saya hormati Bapak Gubernur, Wakil Gubernur Papua dan Papua Barat beserta seluruh Bupati dan Walikota yang hadir,

Yang mulia Duta-Duta Besar yang pada malam hari ini hadir, pimpinan TNI – Polri, Ketua Sinode GKI di seluruh tanah air, dan seluruh umat Kristiani di Jayapura dan seluruh tanah air.

Hadirin dan undangan yang berbahagia, Tadi sore saya sudah meletakkan batu pertama pembangunan pasar di Sentani sesuai dengan janji saya, dan akan diikuti dengan peletakan batu pertama untuk 4 pasar yang lain yang ada di tanah Papua. Supaya pasar tidak kalah dengan mal.

Hadirin dan tamu undangan yang berbahagia, Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional tahun ini kita pusatkan di Tanah Papua, di kota Jayapura.

Dua bulan yang lalu, saya perintahkan kepada Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembese, yang juga berasal dari Papua. “Bu Menteri, nanti perayaan nasional Hari Natal saya ingin di Papua, kira-kira siap tidak?”.

Setelah telpon pada Gubernur, Bu Menteri menyampaikan, “Bisa Pak, siap dilakukan di Jayapura.” Langsung saya perintahkan, “Ya pindahkan saja dari Jakarta ke Jayapura”. Tapi tadi sore ada permintaan lagi dari mama-mama di Pasar Sentani dan di Pasar Mama. Disampaikan kepada saya, “Pak Presiden ini Natalnya kan sudah di Jayapura, nanti  tahun depan, tahun barunya juga di Papua lagi?”. Saya sampaikan sekalian, setiap tahun saya akan ke Papua minimal 3 kali. “Nanti kira-kira, saya ke sini baru 2 kali, tambah satu lagi. Minimal tiga kali”.

Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal disertai  salam hormat dan salam bahagia kepada seluruh umat Kristiani, baik yang berada di kota Jayapura, yang berada di tanah Papua, maupun di seluruh tanah air Indonesia.

Semoga perayaan Natal bersama tahun ini dapat memberikan kedamaian, dapat memberikan kebahagiaan, dapat memberikan kesejahteraan bagi saudara-saudara semuanya. Perayaan Natal kali ini juga kita harapkan benar-benar akan dapat membawa suasana damai kepada siapa saja yang merayakannya, termasuk kepada saudara-saudara kita di tanah Papua ini, dan momentum ini harus menjadi kabar yang baik untuk mewujudkan Tanah Papua sebagai tanah yang damai.

Dan di tengah perayaan Natal ini, saya ingin menyampaikan menyesalkan terjadinya kekerasan di Enarotali, di Kabupaten Paniai, baru-baru ini. Saya ikut berempati terhadap keluarga korban kekerasan, dan saya ingin kasus ini diselesaikan secepat-cepatya. Agar tidak terulang kembali di masa yang akan datang. Kita ingin sekali lagi Tanah Papua sebagai tanah yang damai. Kedatangan saya ke Tanah Papua, saya ingin pergunakan sebanyak-banyaknya untuk lebih banyak mendengar suara rakyat Papua. Semangat untuk mendengar dan berdialog dengan hati. Inilah yang ingin saya gunakan sebagai fondasi untuk menatap masa depan Tanah Papua, karena saya melihat rakyat Papua tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan, tidak hanya membutuhkan layanan pendidikan, tidak hanya membutuhkan pembangunan jalan, jembatan, dan pelabuhan saja.

Namun rakyat Papua juga butuh didengar dan diajak bicara. Itulah sikap dasar saya dalam membicarakan setiap persoalan-persoalan yang ada di Papua. Kita ingin semuanya kita akhiri konflik, jangan ada lagi kekerasan.

Marilah kita bersatu, yang masih di dalam hutan, yang masih berada di atas gunung-gunung, marilah kita bersama-sama membangun Papua sebagai Tanah Yang Damai. Marilah kita pelihara rasa saling percaya di antara kita, sehingga kita bisa berbicara dengan suasana yang damai, dan sejuk. Karena dengan cara itulah, Natal akan membawa kabar baik bagi kita semuanya.

Hadirin yang saya hormati, hadirin yang berbahadia, Akhirnya sekali lagi saya ucapkan Selamat Natal 2014 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2015. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikati kita semua. Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Sumber: https://setkab.go.id/pidato-presiden-joko-widodo-pada-perayaan-natal-bersama-nasional-2014-di-stadion-mandala-jayapura-papua-27-desember-2014/

Menyambut Kedatangan Presiden Jokowi Natal Bersama di Negeri Papua

Menyambut Kedatangan Presiden Jokowi Natal Bersama di Negeri Papua

Papua, BINA BANGUN BANGSA – Sudah bisa dipastikan bahwa Presiden Jokowi akan hadir dalam perayaan Natal Nasional 2014 ini di Papua (27-28/12). Dengan berbagai persiapan yang sudah dilakukan oleh tim Panitia Natal dari Pusat, hingga Panitia Acara yang di Papua. Apalagi tim kepresidenan dan protokoler kenegaraan yang sudah tiba di Papua sejak beberapa hari yang lalu.

Sesuai dengan informasi yang didapat, Yohana Yembise selaku Ketua Perayaan Natal Nasional 2014, yang juga merupakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menyatakan bahwa agenda Presiden Jokowi yang rencananya akan didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Kerja beserta Sekretaris Kabinet, akan merayakan Natal Bersama dengan sejumlah undangan dan masyarakat Adat serta keluarga besar Universitas Cendrawasih, termasuk juga dengan para relawan Jokowi beserta perkumpulan PAPPRI dan masyarakat umum lainnya, selain agenda Presiden untuk meresmikan sejumlah tempat serta kunjungan blusukan lainnya.

Mesak Tegai, Ketua DPD BINA BANGUN BANGSA Provinsi Papua, sebagai koordinator Tim Panitia Acara yang di Papua, mengatakan bahwa Papua sudah siap menyambut kedatangan RI1, Joko Widodo beserta rombongan dari Pusat. Dia menyatakan bahwa segala sesuatunya sudah dikondisikan dengan setiap saat yang selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di daerah, demi sukses terselenggaranya acara yang bersifat penting dan berskala nasional ini.

“Tadi sudah datang Panglima Kodam Cendrawasih dan Walikota Jayapura, memeriksa kesiapan acaranya”, kata Mesak Tegai melalui hubungan ponsel kepada Portal Infokom.

Ditambahkannya bahwa walaupun semua terkesan semrawut, tetapi dijamin kondusif aman dan terkendali, sehingga semua masih sesuai standar penyelenggaraan acara kenegaraan.

“Sekarang kami sedang tahap finishing dan clearing, terutama di Gedung GOR Waringin ini”, jelas Mesak Tegai, yang katanya hampir siang malam memeriksa kesiapan timnya.

Karena menurutnya ini adalah momentum penting bagi Papua kini dan ke depannya, karena ini adalah kali pertamaya Presiden Jokowi datang kembali ke Papua setelah menjadi orang nomor satu di Republik ini.

“Semoga dengan semangat Natal tahun ini yang dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi, akan membawa pertanda baik bagi keberlangsungan hidup dan masa depan yang lebih cerah bagi kami, masyarakat Papua ke depannya”, harap Mesak lagi.

Sebelumya diberitakan mengenai agenda pada 27 Desember 2014, Jokowi akan mengunjungi Jayapura dan keesokan harinya berkunjung ke Wamena di Kabupaten Jayawijaya, yang kemudian rencananya Presiden Jokowi akan mengakhiri kunjunganya di Kota Sorong, Papua Barat, pada 29 Desember 2014. (RN)

Presiden Jokowi Merayakan Natal Bersama di Papua

Presiden Jokowi Merayakan Natal Bersama di Papua

Papua, BINA BANGUN BANGSA – Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Papua pada tanggal 27 Desember ini, dalam momen memperingati Hari Natal Nasional 2014 yang kali ini diselenggarakan di Papua. Selain memperingati acara Natal Nasional, Presiden yang didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja, akan meninjau beberapa daerah dan daerah perbatasan serta berdialog dengan berbagai Tokoh Adat dan Masyarakat Papua, demikian yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pada kesempatan pers beberapa waktu yang lalu.

Berkaitan dengan hal itu, maka Panitia Acara Perayaan Natal di Papua, Mesak Tegai, Korwil dan Ketua DPD BINA BANGUN BANGSA Provinsi Papua menyatakan kesiapannya yang sudah dilakukan oleh Tim Daerah di bawah koordinasi Tim Panitia Nasional Perayaan Natal 2014, pimpinan Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

“Ini merupakan sejarah yang sangat bernilai dan penting bagi masyarakat Papua, bahwa Perayaan Natal Nasional bersama Presiden RI akan dilaksanakan di Papua”, kata Mesak Tegai kepada Portal Infokom.

Karena menurutnya, dengan semangat Natal, semoga akan membawa kasih damai bagi keberlangsungan hidup bermasyarakat di negeri Papua saat ini, yang kondisinya masih belum kondusif akibat sering terganggu oleh berbagai masalah-masalah konflik sosial.

Ditambahkannya bahwa saat ini hingga acaranya nanti, panitia daerah sudah mempersiapkan segala sesuatunya, dari tempat berlangsungnya acara yang rencananya diadakan di GOR Waringin, Kota Jayapura, Papua, hingga pengamanan yang melibatkan segala unsur Pimpinan Pemda termasuk tokoh adat dan masyarakat, yang katanya akan dihadiri oleh lebih dari 4000 undangan.

“Koordinasi setiap saat dilakukan, terutama pula Gubernur beserta Wakil Gubernur pun turun tangan dalam menyambut kedatangan Presiden termasuk Pangdam Cendrawasih”, kata Mesak Tegai yang juga adalah sebagai Ketua PAPPRI-Papua.

Berbagai agenda Presiden Jokowi telah disusun sedemikian padatnya, yang diantaranya adalah jadwal bertatap muka dengan sejumlah Tokoh Adat dan Masyarakat Papua beserta sejumlah relawan dan seniman budayawan, selain berbagai peresmian dan kunjungan lainnya.

“Walaupun semua terkesan buru-buru, tetapi pada prinsipnya semua aman terkendali”, ujar Mesak lagi. (RN)

Bahlil Lahadalia, Kandidat Kuat Ketua Umum HIPMI 2015-2018

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Kandidat menguat kepada sosok calon Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) untuk periode 2015-2018, yaitu Bahlil Lahadalia, yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti BPP HIPMI, pun mendapat tanggapan dan pandangan dari Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA, Nur Ridwan, yang menilai bahwa Bahlil Lahadalia memang pantas untuk memimpin HIPMI ke depan, berperan dalam percepatan pembangunan Indonesia.

Pertimbangannya adalah selain dari aspek sebagai pengusaha muda yang telah berhasil berkarya nyata dan berkembang di bidang usaha dan bisnisnya, menurut Nur Ridwan, Bahlil adalah merupakan pengusaha nasional yang peduli terhadap masa depan bangsa dan negara Indonesia, yang harapannya dapat dikelola dengan lebih baik lagi, demi sebesar-besarnya kemakmuran bangsa Indonesia.

“Saatnya HIPMI menjadi pelopor percepatan pembangunan dan perekonomian bagi bangsa di negeri ini, sehingga seharusnya HIPMI dipimpin oleh sosok yang memiliki jiwa pembangunan, dengan terus berkarya nyata, membangun masa depan Indonesia yang lebih baik, apalagi tantangan perekonomian dan bisnis global yang semakin ketat”, kata Nur Ridwan kepada Portal.

Selain itu, Bahlil Lahadalia, pria kelahiran Papua ini, adalah sosok pengusaha yang walaupun pernah berangkat dari keluarga yang bersahaja dan penuh keterbatasan ini, karena pernah juga mengalami kehidupan sebagai supir angkutan umum dan penjual koran, yang kan tetapi dengan kesungguhan dan keikhlasan serta kesemangatannya yang tinggi, dalam menggapai cita-cita dan impiannya, membuat Bahlil kuat ditempa berbagai ujian dan cobaan dalam kehidupannya, yang malah semakin membuatnya tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

“Bahlil mampu membuktikan bahwa cita-cita dan impian bukanlah berakhir sebagai khayalan semata, karena bisa diraih dan didapatkan, diwujudkan dengan jiwa semangat dan tekad, untuk menuai keberhasilan, sehingga Bahlil pantas menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda bangsa ini”, terangnya lagi. (RNF)