BINA BANGUN BANGSA Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Organisasi BINA BANGUN BANGSA mengadakan seminar kepemudaan dengan Tema :” Revitalisasi Peran Pemuda Dalam Percepatan Pembangunan Nasional”.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Jakarta Pusat menghadirkan nara sumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.(27/10/2022)

Sebagai pembuka acara Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA, Nur Ridwan mengatakan bahwa penting sekali para pemuda sebagai Anak Bangsa Indonesia mengetahui sejarah perjuangan para pemuda dari berbagai suku bangsa Nusantara yang memperjuangkan Identitas Kebangsaan Indonesia yang dikenal dengan “Sumpah Pemuda”, 28 Oktober 1928, yang kemudian menginspirasi pergerakan dan perjuangan hingga sampai pada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Peserta adalah pengurus dan anggota serta kader BINA BANGUN BANGSA se Jabodetabek. Hadir sebagai undangan dari berbagai pimpinan LSM dan Ormas serta Yayasan di Jakarta.(FSM)

Kegiatan Jum’at Peduli, Bersatu Berbagi Bersama, Bina Bangun Bangsa

Kegiatan Jum’at Peduli, Bersatu Berbagi Bersama, Bina Bangun Bangsa

BINA BANGUN BANGSA – Salah satu program yang dinamakan “Bersatu Berbagi Bersama” yang diprakarsai oleh Organisasi BINA BANGUN BANGSA adalah kegiatan “Jum’at Peduli” yaitu suatu kegiatan bhakti sosial mengumpulkan infaq sedekah sukarela atau Rp 2.000 untuk ditukarkan bahan makanan dan kebutuhan lainnya, untuk diberikan langsung kepada anak-anak yatim dan janda atau keluarga pra sejahtera dari internal anggota dan atau masyarakat umum lainnya, yang dilaksanakan setiap Hari Jum’at setiap minggunya.

Kegiatan ini di motori oleh Ibu Maria Isabella beserta panitia lainnya, Salomon Tanjung, Tata Buana, Nana Sutrisna, Saifullah dan dibantu dengan Dewan Pimpinan Daerah dan Wilayah DKI Jakarta.

Harapan dari program dan kegiatan ini, agar menjadi inspirasi bagi setiap anak bangsa Indonesia untuk peduli dan peka terhadap kesusahan dan kesulitan sesama anak bangsa. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memperhatikan dan membantu saudara kita sendiri ?. (***)

Lima Koperasi Indonesia Berskala Dunia

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Kita memiliki setidaknya lima koperasi yang memiliki kriteria sebagai koperasi berskala dunia. Sebanyak lima koperasi yang layak menjadi pelaku ekonomi kelas dunia ada di Indonesia dan segera didaftarkan sebagai koperasi kelas dunia versi International Co-operative Alliance (ICA) yakni 300 Global Cooperative, kata Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan.

“Kita memiliki setidaknya lima koperasi yang memiliki kriteria sebagai koperasi berskala dunia,” kata Menteri Sjarifuddin dalam acara puncak Hari Koperasi Nasional yang digelar di Palangkaraya, hari ini. (12/07/2012)

Lima koperasi yang dimaksud adalah Koperasi Kospin Jasa Pekalongan yang memiliki aset Rp2,5 triliun, Koperasi Warga Semen Gresik Jawa Timur beraset Rp529 miliar, Koperasi Peternak Susu Bandung Utara dengan aset Rp233,7 miliar, Koperasi Obor Mas dengan aset Rp200,8 miliar, dan Induk Koperasi Simpan Pinjam dengan total aset Rp33 miliar.

Menteri mengatakan, pihaknya menargetkan di tiap daerah akan lahir lebih banyak koperasi percontohan yang nantinya bisa menjadi koperasi berskala dunia dengan prestasi yang baik sehingga mampu menyejahterakan anggota dan masyarakat di sekitarnya.

“Kita juga patut berbangga sebagai warga koperasi, bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui resolusinya nomor 64/136 telah mengakui bahwa peran koperasi khususnya Koperasi Indonesia sebagai organisasi usaha telah terbukti mampu menopang perekonomian dalam keadaan krisis ekonomi global,” katanya.

Ia menambahkan, koperasi khususnya di Indonesia juga telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran rakyat.

Menteri berpendapat, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sustainable, semakin baik, cukup tinggi sehingga menciptakan banyak peluang ekonomi harus dimanfaatkan dengan baik oleh koperasi Indonesia yang tahun ini genap berumur 65 tahun.

“Revitalisasi koperasi saat ini merupakan salah satu program utama Pemerintah untuk menunjang perekonomian Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. Hal itu juga didukung oleh PBB yang mencanangkan tahun 2012 sebagai tahun koperasi dunia atau International Year Cooperative,” katanya.

Menteri mengaku bangga dengan perkembangan koperasi Indonesia yang makin baik dari tahun ke tahun.

“Memasuki tahun ketiga RPJM 2009-2014, jumlah dan anggota koperasi di Indonesia terus meningkat signifikan, sampai akhir tahun ini saya perkirakan jumlahnya akan mencapai 200.000 unit,” katanya.

Tercatat pada 2009 jumlah koperasi Indonesia sebanyak 170.411 unit dan pada 2010 sebesar 177.482 unit, selanjutnya pada 2011 telah mencapai 188.181 unit hingga sampai dengan pertengahan tahun 2012, koperasi Indonesia telah mencapai 192.443 unit dengan jumlah anggota sebanyak 33.687.417 orang.

“Peningkatan jumlah koperasi ini didukung oleh Program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dan sinergi dengan DEKOPIN,” demikian Menteri Koperasi dan UKM.(Bi)

Korea Selatan Minat Investasi Pengembangan Potensi Jagung dan Ketela DI Sulawesi Tengah

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Korea Selatan mengajukan minatnya untuk berinvestasi komoditas corn (jagung) dan cassava (ketela) di Indonesia. Hal ini disampaikan melalui suratnya kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. Longki Djanggola,M.Si melalui Nur Ridwan, Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA.

Sulawesi Tengah adalah salah satu penghasil komoditas jagung nasional dengan prospek hasil komoditas jagung telah mencapai +/-200.000 ton/th (Data: Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah) yang selama ini baru untuk memenuhi kebutuhan regional Sulawesi dan sekitarnya. Dan masih ada sekitar 300.000 ha lagi potensi lahan yang bisa dikembangkan untuk komoditas jagung dan ketela tersebut.

Adapun Investor adalah Perusahaan Group Besar Korea Selatan, Hanjin Group melalui mitranya di Jakarta, PT Mitra Setia Jaya Group, saat ini sebagai awalan membutuhkan 40.000 ha untuk Jagung, dan 40.000 ha untuk Ketela (singkong) lahan produksi berikut pabrik pengolahannya. Untuk itu investor mohon kepada Gubernur Sulawesi Tengah untuk dapat memfasilitasi kebutuhan Investor dan bangun kerja sama ini.

Maka Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si., menunjuk M. Nur Ridwan, Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA sebagai Konsultan Khusus Percepatan Pembangunan dan Investasi Daerah Sulawesi Tengah untuk mendampingi pihak Investor Korea Selatan tersebut melakukan survey lokasi untuk potensi jagung dan ketela di Sulawesi Tengah.

Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan dan Investasi Daerah (TGUPPID) Sulawesi Tengah dipimpin langsung oleh Nur Ridwan, di damping Nuraeni, S. P., dari Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah kemudian datang ke Jakarta untuk menyampaikan jawaban Gubernur Sulteng dan membahas persiapan jadwal survey lokasi kepada pihak Investor.

Rombongan Investor Korea Selatan tiba di Palu tanggal 8 Mei, dipimpin langsung Mr. Jerisona, Presiden Direktur, PT Mitra Setia Jaya Group, mitra langsung Mr. Kang Sangkyun, Investor dari Korea Selatan.

Kemudian survey dilakukan pada dua kabupaten, Donggala dan Sigi, selanjutnya survey Kawasan Industri Kota Palu (KIP), dan pelabuhan Pantoloan, Tavaeli, Palu Utara.(RED)

BINA BANGUN BANGSA Sebagai Konsultan Khusus Percepatan Pembangunan dan Investasi Daerah Sulawesi Tengah

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si menunjuk Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA, Nur Ridwan untuk menjadi Konsultan Khusus sebagai Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan dan Investasi Daerah Sulawesi Tengah.

Adapun tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Gubernur untuk melakukan kajian dan analisis segala potensi ekonomi daerah yang dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah melalui Program BINA BANGUN BANGSA yaitu 3B (Bina Ekonomi, Bina Sosial dan Bina Budaya), dengan selalu bersinergi dan berkoordinasi dengan Wakil Gubernur, Sekda, Bappeda dan Kepala Dinas/Badan, Perangkat Daerah di Pemprov Sulawesi Tengah.

Selain itu juga Nur Ridwan diharapkan dapat mendatangkan investasi dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk dapat menjual dan memasarkan serta mengembangkan potensi produk unggulan daerah dan komoditas ekspor dari Sulawesi Tengah, yang terkenal dengan potensi kelapa, coklat, jagung, cengkeh, dan ketela serta komoditas lainnya, termasuk potensi kandungan minerba, emas dan nickel serta lainnya.(RED)